GLOBAL RECYCLE STANDARD

 

Tekanan dari Green Peace, organisasi dunia yang fokus terhadap kelestarian lingkungan dan perdamaian dunia terkait kandungan bahan kimia berbahaya dan limbah proses manufaktur yang dihasilkan, memacu setiap proses manufaktur harus menekan adanya kandungan bahan kimia yang berbahaya dan limbah buangan proses. Oleh karena itu, negara-negara maju seperti negara-negara eropa dan amerika membuat aturan atau rules tertentu untuk memproteksi kawasan/areanya dari sebaran produk yang mengandung bahan-bahan yang tidak aman serta mensyaratkan proses fabrikasi dari pihak produsen harus ramah lingkungan.

Akibat kondisi diatas, maka bermunculanlah aturan/standard seperti REACH, ZDHC, ECO Passport by Oeko-Tex, GRS, dan lainnya. Dimana didalamnya tercantum limit bahan bahan kimia yang dilarang yang terkandung pada produk yang boleh masuk ke wilayah mereka.

Dalam artikel ini, kami akan mengulas GRS lebih detil. Persyaratan sertifikasi GRS ini adalah kandungan bahan baku recycle minimal 20%. Untuk bahan baku recycle dibagi menjadi dua kategori yaitu post consumer recycle dan pre consumer recycle.

Post consumer recycle adalah bahan baku recycle yang berasal dari kemasan-kemasan yang sudah digunakan oleh konsumer seperti botol air minum dalam kemasan/amdk, botol jus atau botol minyak goreng. Botol-botol bekas yang sudah dibuang ke tempat sampah, selanjutnya dikumpulkan dan sortir sesuai dengan jenis bahannya misal pet, pp, hdpe, polycarbonat atau pvc. Setelah terpisah, dilakukan proses crusher dan pencucian menggunakan detergen/soda caustic dengan suhu operasi minimal 75’C dengan retensi sekitar 25 menit. Setelah itu, dilakukan pembilasan/rinsing sebanyak 2x. Tujuannya adalah agar flakes yang dihasilkan bersih dari kandungan soda caustic. Selanjutnya adalah proses pengeringan, proses ini biasanya menggunakan udara panas yang ditiup. Target kadar air pada produk flakes itu sendiri < 1%. Proses terakhir adalah pengemasan dalam jumbo bag diteruskan dengan penimbangan. Sebelum flakes tersebut diserahterimakan di gudang untuk disimpan sebelum proses stuffing.

Pre consumer recycle adalah bahan baku recycle yang berasal dari sisa-sisa proses fabrikasi yang dilakukan. Misal proses pembuatan benang, maka akan menghasilkan filament-filament yang cacat/defeks secara kualitas. Bahan-bahan ini selanjutnya diproses untuk dijadikan sebagai bahan baku proses yang lain.

Kantor GRS ini berpusat di Netherland, namun segmentasi dari sistem tersebut tersebar di seluruh dunia. Bukan hanya di bidang industri saja namun juga meluas ke sektor perkebunan, pertanian dan perikanan.

Berikut ini adalah lampiran dari daftar isi GRS.

Anda tertarik untuk mengimplementasikan GRS ini di perusahaan anda, silahkan hubungi Haumi Consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *