SKEMA GLOBAL RECYCLE STD

Secara garis besar prinsip sistem GRS adalah sebagai berikut:

Bahan baku adalah material recycle yang berasal dari dua sumber yaitu pre consumer recycle dan post consumer recycle. Bahan baku tersebut dikategorikan sesuai dengan jenis materialnya, misal jenis plastik seperti PET, PP, PVC, Polycarbonat, HDPE dan yang lain. Setelah itu dilakukan proses cutting atau crushing, sehingga menjadi bagian lebih kecil. Untuk proses flakes, kemudian dilakukan proses washing dengan menggunakan soda caustic dengan suhu sekitar 80-90’C dalam suatu tangki yang dipasang propeler/baling-baling. Fungsi soda caustic disini adalah untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada permukaan plastik baik tanah, minyak, lem atau kotoran yang lain Dan suhu operasinya dibuat sekitar 80-90’C adalah agar soda caustic bekerja maksimal, sehingga bisa merontokkan jenis-jenis kotoran yang melekat di permukaan plastik.

Selanjutkan adalah proses rinsing/pembilasan, bertujuan untuk menghilangkan kandungan soda caustic yang menempel pada permukaan plastik. Pada proses ini minimal dilakukan 2x, agar permukaan plastik bersih. Setelah itu proses sortir di konveyor secara manual, hal ini bertujuan agar impurities lain yang masih terikut bisa diambil. Berikutnya adalah proses pengeringan/dryer, biasanya menggunakan udara panas yang ditiupkan. Hal ini bertujuan untuk mengeringkan dan mencapai target kadar air sesuai dengan persyaratan dari customer. Proses terakhir adalah pengemasan dan penimbangan, sebelum disimpan di gudang.

Produk yang dihasilkan di plant A, menjadi bahan baku di plant B. dan begitu seterusnya hingga mencapai end user yang digunakan untuk fashion. Proses transfer antar plant ini, untuk sistem GRS menggunakan TC/Transaction Certificate. Proses pengajuan dan approval ini berlangsung di web Peterson Control Union/PCU. Dengan persyaratan pengajuan TC secara umum adalah sebagai berikut. 1. Dokumen mass balance, 2. Surat Jalan, 3. Invoice, 4. Packing list ( untuk customer domestik ), sedangkan untuk customer luar negeri, hampir sama dengan customer domestik hanya untuk surat jalannya diganti menjadi Bill of Ladding/BL. Pengajuan TC ini mempunyai durasi waktu tertentu, maksimal adalah 6 bulan dari tanggal pengiriman yang tercantum pada surat jalan atau BL.

Berdasarkan jenisnya TC ini dibagi menjadi dua yaitu Single TC dan Multiple TC, dimana masing-masing mempunyai perhitungan fee yang berbeda-beda. Untuk customer yang sering melakukan transaksi pengiriman, akan lebih ekonomis jika menggunakan multiple TC. Namun semua tergantung dari permintaan customer urgent atau tidak TC yang diminta.

Demikian uraian singkat terkait GRS, semoga bisa menambah wawasan anda. Jika ada hal yang ditanyakan, silahkan menghubungi kami via telepon atau email ( sudah tercantum pada menu kontak ). Barakallaahu fiikum.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *