TEXTILE WASTE MANAGEMENT ( Bag.1)

Jumlah limbah tekstil pra-konsumen yang sangat besar saat ini di negara-negara penghasil garmen telah menyebabkan masalah lingkungan yang sangat negatif, tetapi jika ditangani dengan benar, akan ada peluang untuk mengatasi masalah pasokan saat ini. Menurut sebuah studi yang dilakukan di pabrik tekstil China dan Bangladesh, hingga 47% limbah dihasilkan oleh proses produksi tekstil konvensional di pabrik terintegrasi vertikal. Pada 2017, 11,2 juta ton limbah tekstil berakhir di tempat pembuangan sampah, menurut data Badan Perlindungan Lingkungan (EPA). Industri ini kurang memperhatikan limbah daripada masalah ekologi lainnya, tetapi penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah yang lebih baik dapat menghemat hingga € 4 miliar per tahun.

Gambar 1. Piramida TWM Berdasarkan Priority Vs Qty

Penerapan strategi TWM di pabrik tekstil sangat penting untuk terciptanya sistem industri loop tertutup yang mampu mengurangi limbah di sumbernya dan memulihkan, menggunakan kembali, dan mendaur ulang limbah yang dihasilkan yang tidak dapat dihindari. Infrastruktur logistik ulang, penggunaan ulang, dan daur ulang, serta aliran bahan yang efisien untuk limbah tekstil di negara-negara produksi merupakan hal mendasar untuk pembentukan loop tambahan untuk limbah tekstil pra dan pasca konsumen.

Melalui kebijakan Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (Extended Producer Responsibility / EPR), pengecer, merek, dan produsen didorong untuk menemukan solusi melingkar untuk memperpanjang masa pakai produk dan menerapkan mekanisme yang efisien untuk menghindari dan memulihkan limbah. Saat ini, ada sekitar 400 skema EPR wajib yang beroperasi di seluruh dunia dan dalam beberapa tahun ke depan, undang-undang terkait EPR untuk industri fashion akan berlaku di semua negara UE sebagai bagian dari Rencana Tindakan Ekonomi Sirkuler Eropa yang berlabuh di Green Deal.

Gambar 2. Tahapan Aktivitas TWM

Untuk meningkatkan operasi bisnis dan ketahanan lingkungan pabrik dalam perspektif jangka panjang dan untuk memastikan sumber bahan mentah yang tersedia secara lokal, integrasi penggunaan kembali dan daur ulang serta pilihan sirkularitas untuk limbah tekstil adalah kuncinya. Kegiatan pemetaan di tempat untuk mengidentifikasi potensi untuk praktik TWM yang lebih baik dan efisiensi sumber daya dilakukan untuk mencapai sistem terintegrasi  ( bersambung ).

 

SKEMA GLOBAL RECYCLE STD

Secara garis besar prinsip sistem GRS adalah sebagai berikut:

Bahan baku adalah material recycle yang berasal dari dua sumber yaitu pre consumer recycle dan post consumer recycle. Bahan baku tersebut dikategorikan sesuai dengan jenis materialnya, misal jenis plastik seperti PET, PP, PVC, Polycarbonat, HDPE dan yang lain. Setelah itu dilakukan proses cutting atau crushing, sehingga menjadi bagian lebih kecil. Untuk proses flakes, kemudian dilakukan proses washing dengan menggunakan soda caustic dengan suhu sekitar 80-90’C dalam suatu tangki yang dipasang propeler/baling-baling. Fungsi soda caustic disini adalah untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada permukaan plastik baik tanah, minyak, lem atau kotoran yang lain Dan suhu operasinya dibuat sekitar 80-90’C adalah agar soda caustic bekerja maksimal, sehingga bisa merontokkan jenis-jenis kotoran yang melekat di permukaan plastik.

Selanjutkan adalah proses rinsing/pembilasan, bertujuan untuk menghilangkan kandungan soda caustic yang menempel pada permukaan plastik. Pada proses ini minimal dilakukan 2x, agar permukaan plastik bersih. Setelah itu proses sortir di konveyor secara manual, hal ini bertujuan agar impurities lain yang masih terikut bisa diambil. Berikutnya adalah proses pengeringan/dryer, biasanya menggunakan udara panas yang ditiupkan. Hal ini bertujuan untuk mengeringkan dan mencapai target kadar air sesuai dengan persyaratan dari customer. Proses terakhir adalah pengemasan dan penimbangan, sebelum disimpan di gudang.

Produk yang dihasilkan di plant A, menjadi bahan baku di plant B. dan begitu seterusnya hingga mencapai end user yang digunakan untuk fashion. Proses transfer antar plant ini, untuk sistem GRS menggunakan TC/Transaction Certificate. Proses pengajuan dan approval ini berlangsung di web Peterson Control Union/PCU. Dengan persyaratan pengajuan TC secara umum adalah sebagai berikut. 1. Dokumen mass balance, 2. Surat Jalan, 3. Invoice, 4. Packing list ( untuk customer domestik ), sedangkan untuk customer luar negeri, hampir sama dengan customer domestik hanya untuk surat jalannya diganti menjadi Bill of Ladding/BL. Pengajuan TC ini mempunyai durasi waktu tertentu, maksimal adalah 6 bulan dari tanggal pengiriman yang tercantum pada surat jalan atau BL.

Berdasarkan jenisnya TC ini dibagi menjadi dua yaitu Single TC dan Multiple TC, dimana masing-masing mempunyai perhitungan fee yang berbeda-beda. Untuk customer yang sering melakukan transaksi pengiriman, akan lebih ekonomis jika menggunakan multiple TC. Namun semua tergantung dari permintaan customer urgent atau tidak TC yang diminta.

Demikian uraian singkat terkait GRS, semoga bisa menambah wawasan anda. Jika ada hal yang ditanyakan, silahkan menghubungi kami via telepon atau email ( sudah tercantum pada menu kontak ). Barakallaahu fiikum.

 

 

GLOBAL RECYCLE STANDARD

 

Tekanan dari Green Peace, organisasi dunia yang fokus terhadap kelestarian lingkungan dan perdamaian dunia terkait kandungan bahan kimia berbahaya dan limbah proses manufaktur yang dihasilkan, memacu setiap proses manufaktur harus menekan adanya kandungan bahan kimia yang berbahaya dan limbah buangan proses. Oleh karena itu, negara-negara maju seperti negara-negara eropa dan amerika membuat aturan atau rules tertentu untuk memproteksi kawasan/areanya dari sebaran produk yang mengandung bahan-bahan yang tidak aman serta mensyaratkan proses fabrikasi dari pihak produsen harus ramah lingkungan.

Akibat kondisi diatas, maka bermunculanlah aturan/standard seperti REACH, ZDHC, ECO Passport by Oeko-Tex, GRS, dan lainnya. Dimana didalamnya tercantum limit bahan bahan kimia yang dilarang yang terkandung pada produk yang boleh masuk ke wilayah mereka.

Dalam artikel ini, kami akan mengulas GRS lebih detil. Persyaratan sertifikasi GRS ini adalah kandungan bahan baku recycle minimal 20%. Untuk bahan baku recycle dibagi menjadi dua kategori yaitu post consumer recycle dan pre consumer recycle.

Post consumer recycle adalah bahan baku recycle yang berasal dari kemasan-kemasan yang sudah digunakan oleh konsumer seperti botol air minum dalam kemasan/amdk, botol jus atau botol minyak goreng. Botol-botol bekas yang sudah dibuang ke tempat sampah, selanjutnya dikumpulkan dan sortir sesuai dengan jenis bahannya misal pet, pp, hdpe, polycarbonat atau pvc. Setelah terpisah, dilakukan proses crusher dan pencucian menggunakan detergen/soda caustic dengan suhu operasi minimal 75’C dengan retensi sekitar 25 menit. Setelah itu, dilakukan pembilasan/rinsing sebanyak 2x. Tujuannya adalah agar flakes yang dihasilkan bersih dari kandungan soda caustic. Selanjutnya adalah proses pengeringan, proses ini biasanya menggunakan udara panas yang ditiup. Target kadar air pada produk flakes itu sendiri < 1%. Proses terakhir adalah pengemasan dalam jumbo bag diteruskan dengan penimbangan. Sebelum flakes tersebut diserahterimakan di gudang untuk disimpan sebelum proses stuffing.

Pre consumer recycle adalah bahan baku recycle yang berasal dari sisa-sisa proses fabrikasi yang dilakukan. Misal proses pembuatan benang, maka akan menghasilkan filament-filament yang cacat/defeks secara kualitas. Bahan-bahan ini selanjutnya diproses untuk dijadikan sebagai bahan baku proses yang lain.

Kantor GRS ini berpusat di Netherland, namun segmentasi dari sistem tersebut tersebar di seluruh dunia. Bukan hanya di bidang industri saja namun juga meluas ke sektor perkebunan, pertanian dan perikanan.

Berikut ini adalah lampiran dari daftar isi GRS.

Anda tertarik untuk mengimplementasikan GRS ini di perusahaan anda, silahkan hubungi Haumi Consulting.

ALASAN PENTINGNYA SERTIFIKASI ISO 9001

Dengan sertifikasi ISO 9001 bisa membantu anda dalam mengoptimalkan proses serta mengurangi biaya, serta relevan dalam mengatasi persyaratan yang diinginkan oleh konsumen terhadap produk. Tahapan-tahapan proses yang harus dijalankan dalam proses sertifikasi ini akan dibahas di bawanh.

Dengan sertifikasi yang diakui di tingkat internasional untuk sistem manajemen mutu Anda menurut ISO 9001, Anda dapat memperoleh keunggulan bersaing dan memperbesar kesempatan Anda untuk masuk ke pasar. Selain membangun orientasi yang kuat terhadap konsumen, sertifikasi juga menawarkan alat bantu bagi konsumen dan mitra usaha Anda dalam mengambil keputusan. Anda dapat juga meningkatkan efisiensi dalam perusahaan Anda dan menyempurnakan proses dan struktur Anda. Hal ini membuat Anda dapat menghemat biaya lebih banyak lagi dengan tetap menekan risiko kewajiban Anda. Anda juga mendapatkan manfaat dari semakin meningkatnya motivasi karyawan melalui komunikasi yang lebih baik dan informasi yang lebih tersedia.

Tahapan Sertifikasi ISO 9001

  1. Audit awal (opsional)
  2. Audit Sertifikasi: kajian dokumentasi dan penilaian pelaksanaan praktik
  3. Penerbitan Sertifikasi dan dimasukkan ke dalam basis data sertifikasi daring Certipedia
  4. Audit pengawasan tahunan
  5. Sertifikasi ulang dalam waktu tiga tahun

MANAJEMEN MUTU DENGAN SERTIFIKASI ISO 9001

Banyak perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari sistem manajemen mutu yang disertifikasi menurut ISO 9001, menikmati kinerja proses puncak dan keunggulan kompetitif internasional. Sertifikasi ISO 9001 memastikan bahwa orientasi kualitas dijalani oleh setiap karyawan Anda setiap hari.
 

Flow chart yang dirancang dengan baik berkontribusi secara meyakinkan terhadap kualitas produk dan layanan Anda. ISO 9001 menuntut bahwa sistem manajemen mutu menentukan siapa yang bertanggung jawab atas aktivitas yang relevan dengan kualitas dan prosedur mana yang harus diikuti. Untuk membangun manajemen kualitas yang efektif di perusahaan Anda, kami mempertimbangkan persyaratan dan perspektif spesifik Anda. Standar ini juga membutuhkan pengawasan yang berkesinambungan, yang melibatkan evaluasi ulang internal yang konsisten dari sistem, mempromosikan proses perbaikan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang berorientasi pada proses, sistem manajemen mutu menurut ISO 9001 cocok untuk semua industri dan perusahaan – mulai dari perusahaan baru hingga perusahaan global. Kami memiliki pengalaman bermitra dengan organisasi dari semua ukuran dan dari semua sektor dan mampu menyediakan sumber daya yang Anda butuhkan untuk sertifikasi ISO 9001 yang sukses.                                                                         

Kami berpengalaman dalam melakukan set up awal dan berkolaborasi dengan badan sertifkasi untuk mengesahkan sistem manajemen kualitas Anda sesuai dengan kebutuhan individu perusahaan Anda. 


Jika Anda juga ingin mengoptimalkan sistem manajemen kualitas Anda dengan sertifikasi menurut ISO 9001, silahkan menghubungi alamat kami yang tertera pada kontak.